
Kementerian Perdagangan RI Terima Audiensi Bisa Baik Bersama, Bahas Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan
Jakarta, 13 Januari 2026 — Pemberdayaan ekonomi membutuhkan pendekatan yang terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi yang berorientasi pada dampak jangka panjang, Yayasan Rumah Pembangunan Berkelanjutan (Bisa Baik Bersama) melaksanakan audiensi bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, dan dilaksanakan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Selasa (13/1). Pertemuan ini membahas potensi kerja sama strategis antara Kementerian Perdagangan RI dan Bisa Baik Bersama dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan, khususnya pada sektor pemberdayaan pelaku usaha dan penguatan ekosistem ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan didampingi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, serta Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid.
Fokus Diskusi: Ekosistem Usaha, Kesiapan Pelaku Ekonomi, dan Akses Pasar
Diskusi difokuskan pada penguatan ekosistem usaha, peningkatan kesiapan pelaku ekonomi, serta pentingnya keterhubungan antara program pemberdayaan dengan akses pasar sebagai kunci mendorong kemandirian ekonomi.
Bisa Baik Bersama menekankan pentingnya membangun sistem pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, namun mampu menghasilkan transformasi ekonomi melalui strategi yang terstruktur, pendampingan yang berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor.
Komitmen Bisa Baik Bersama
Melalui pertemuan ini, Bisa Baik Bersama menegaskan komitmennya untuk mendukung inisiatif pemberdayaan ekonomi yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, dengan mengedepankan sinergi antara sektor pemerintah, swasta, komunitas, serta pemangku kepentingan terkait.
“Kolaborasi merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pemberdayaan ekonomi yang berdampak dan berkelanjutan,” menjadi salah satu poin utama dalam audiensi ini.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong program-program bersama yang selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing pelaku ekonomi lokal.


