Author: Maulana Pratama

  • Rp36.800.000 Tersalurkan untuk Korban Banjir Sumatra: Hadirkan Hygiene Kit & Trauma Healing bagi Ibu dan Anak

    Rp36.800.000 Tersalurkan untuk Korban Banjir Sumatra: Hadirkan Hygiene Kit & Trauma Healing bagi Ibu dan Anak

    Berkat kepedulian dan dukungan berbagai pihak, dana sebesar Rp36.800.000 telah berhasil dihimpun dan disalurkan untuk membantu korban banjir di Sumatra. Bantuan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar serta pemulihan psikososial melalui program hygiene kit ibu & anak dan trauma healing.

    Fokus Bantuan: Ibu dan Anak sebagai Kelompok Rentan

    Dalam situasi bencana, ibu dan anak termasuk kelompok paling rentan. Akses terhadap kebutuhan kebersihan yang layak serta dukungan emosional menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan dan stabilitas mental mereka.

    Melalui program ini, bantuan yang disalurkan mencakup:

    • Hygiene kit ibu & anak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana.

    • Program trauma healing guna menghadirkan ruang aman, mengurangi dampak psikologis, serta membantu anak-anak dan para ibu memulihkan rasa tenang dan harapan.

    Kami percaya bahwa pemulihan tidak hanya soal bantuan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman dan dukungan emosional yang berkelanjutan.

    Kolaborasi yang Menghadirkan Harapan

    Keberhasilan penggalangan dan penyaluran dana ini tidak lepas dari doa, kepercayaan, serta kontribusi para donatur dan mitra yang telah membersamai langkah kebaikan ini. Setiap rupiah yang dititipkan menjadi bagian dari harapan baru bagi keluarga-keluarga yang sedang berjuang untuk bangkit.

    Kebaikan yang dibagikan hari ini bukan hanya membantu mereka bertahan, tetapi juga memberi kekuatan untuk melangkah kembali dengan lebih tegar.

    Terus Bergerak, Terus Berbagi

    Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan. Bersama, kita dapat menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan—khususnya bagi ibu dan anak yang membutuhkan perhatian lebih dalam masa pemulihan pascabencana.

    Mari terus berbagi kebaikan dan menciptakan dampak bersama. Karena ketika kita bergerak bersama, harapan pun tumbuh lebih kuat.

  • Kementerian Perdagangan RI Terima Audiensi Bisa Baik Bersama, Bahas Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

    Kementerian Perdagangan RI Terima Audiensi Bisa Baik Bersama, Bahas Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

    Kementerian Perdagangan RI Terima Audiensi Bisa Baik Bersama, Bahas Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

    Jakarta, 13 Januari 2026 — Pemberdayaan ekonomi membutuhkan pendekatan yang terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi yang berorientasi pada dampak jangka panjang, Yayasan Rumah Pembangunan Berkelanjutan (Bisa Baik Bersama) melaksanakan audiensi bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

    Audiensi tersebut diterima langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, dan dilaksanakan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Selasa (13/1). Pertemuan ini membahas potensi kerja sama strategis antara Kementerian Perdagangan RI dan Bisa Baik Bersama dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan, khususnya pada sektor pemberdayaan pelaku usaha dan penguatan ekosistem ekonomi masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan didampingi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, serta Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid.

    Fokus Diskusi: Ekosistem Usaha, Kesiapan Pelaku Ekonomi, dan Akses Pasar

    Diskusi difokuskan pada penguatan ekosistem usaha, peningkatan kesiapan pelaku ekonomi, serta pentingnya keterhubungan antara program pemberdayaan dengan akses pasar sebagai kunci mendorong kemandirian ekonomi.

    Bisa Baik Bersama menekankan pentingnya membangun sistem pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, namun mampu menghasilkan transformasi ekonomi melalui strategi yang terstruktur, pendampingan yang berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor.

    Komitmen Bisa Baik Bersama

    Melalui pertemuan ini, Bisa Baik Bersama menegaskan komitmennya untuk mendukung inisiatif pemberdayaan ekonomi yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, dengan mengedepankan sinergi antara sektor pemerintah, swasta, komunitas, serta pemangku kepentingan terkait.

    “Kolaborasi merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pemberdayaan ekonomi yang berdampak dan berkelanjutan,” menjadi salah satu poin utama dalam audiensi ini.

    Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong program-program bersama yang selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing pelaku ekonomi lokal.

  • Bersama Peluk Sumatra: Mengapa Ibu & Anak Perlu Perlindungan Khusus di Tengah Banjir Besar?

    Bersama Peluk Sumatra: Mengapa Ibu & Anak Perlu Perlindungan Khusus di Tengah Banjir Besar?

    Banjir yang Mengubah Hidup Ribuan Keluarga

    Bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada awal tahun ini bukan hanya merendam rumah dan fasilitas umum—tetapi juga mengguncang kehidupan ribuan keluarga. Banyak dari mereka kehilangan tempat tinggal dalam hitungan menit, memaksa ibu dan anak berlari tanpa sempat membawa apa pun selain rasa takut.

    Di berbagai titik pengungsian, tim Bisa Baik Bersama menemukan kenyataan yang jauh dari apa yang terlihat di layar berita:
    anak-anak menangis karena trauma, ibu berjuang menghangatkan balita dengan pakaian yang basah, dan keluarga bertahan tanpa akses sanitasi yang layak.

    Bencana ini menunjukkan satu hal penting:
    Ibu dan anak adalah kelompok yang paling terdampak dan paling membutuhkan perlindungan khusus.

    Mengapa Ibu & Anak Lebih Rentan dalam Situasi Darurat?

    Secara global, WHO, UNICEF, dan lembaga kemanusiaan lainnya menyebutkan bahwa anak dan ibu memiliki risiko kesehatan, psikologis, dan sosial yang lebih tinggi saat bencana terjadi.

    1. Anak rentan mengalami trauma psikologis

    Bunyi air deras, kehilangan rumah, atau berpisah dari orang tua dapat memicu trauma jangka panjang.
    Anak membutuhkan ruang khusus untuk memulihkan rasa aman.

    2. Ibu kehilangan akses kesehatan & privasi

    Tanpa hygiene kit, pakaian kering, dan ruang aman, kesehatan ibu sangat mudah terganggu.

    3. Risiko penyakit meningkat drastis

    Pengungsian padat + air kotor = ancaman ISPA, diare, infeksi kulit, dan kekurangan gizi.

    4. Minimnya ruang ramah anak

    Sebagian besar posko belum memenuhi kebutuhan anak untuk bermain, belajar, dan pulih secara emosional.

    Di sinilah intervensi yang tepat menjadi sangat penting.

    Solusi Nyata: Posko Ruang Aman Ibu & Anak

    Sebagai lembaga yang fokus pada keberlanjutan sosial dan perlindungan kelompok rentan, Bisa Baik Bersama merancang program Posko Ruang Aman Ibu & Anak sebagai respon cepat bencana Sumatra.

    Di posko ini, keluarga mendapatkan:

    ✔ Ruang aman, bersih, dan hangat

    Tempat berlindung yang layak, bukan sekadar tenda umum.

    ✔ Hygiene kit untuk ibu & anak

    Menjaga kesehatan selama tinggal di pengungsian.

    ✔ MPASI & susu formula

    Akses nutrisi darurat bagi bayi dan balita.

    ✔ Mainan & aktivitas trauma healing

    Untuk mengembalikan senyum dan rasa aman anak.

    ✔ Edukasi melalui Rumah Cerdas Bencana

    Ibu mendapatkan pengetahuan penting untuk menjaga keluarga di masa darurat.

    Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan psikososial—sesuatu yang sering terabaikan dalam penanganan bencana.

    Dongeng Ceria: Mengembalikan Senyum Anak Sumatra

    Melalui program Dongeng Ceria, anak-anak penyintas banjir mengikuti sesi dongeng, permainan, dan aktivitas kreatif yang membantu meredakan trauma.

    Psikolog bencana menyebutkan bahwa bermain adalah salah satu metode terapi paling efektif untuk anak.

    Di tengah kelelahan dan kesedihan, Dongeng Ceria menjadi ruang di mana mereka bisa:

    • merasa aman,

    • tertawa,

    • dan memulihkan energi emosional mereka.

    Senyum seorang anak di tengah bencana adalah bukti bahwa pemulihan dimulai dari hal kecil yang berarti.

    Rumah Cerdas Bencana: Memberdayakan Ibu untuk Lebih Tangguh

    Program ini memberikan edukasi singkat namun esensial bagi ibu:

    • cara mencegah penyakit di pengungsian,

    • cara menjaga gizi anak,

    • cara menghadapi kecemasan pascabencana,

    • dan kesiapsiagaan bencana di masa depan.

    Dengan pengetahuan yang tepat, ibu menjadi lebih kuat dan lebih siap melindungi keluarga.

    Bagaimana Anda Bisa Membantu?

    Bisa Baik Bersama membuka crowdfunding Bersama Peluk Sumatra untuk memenuhi kebutuhan mendesak ibu & anak melalui paket bantuan berikut:

    • Paket Mainan Anak – Rp 75.000

    • Paket MPASI – Rp 100.000

    • Hygiene Kit Ibu/Anak – Rp 120.000 – 180.000

    • Susu Formula – Rp 200.000

    • Paket ALL-IN – Rp 700.000

    Setiap paket adalah pelukan nyata untuk mereka yang sedang berjuang melewati masa paling sulit dalam hidup.

    Ketika Bencana Mengambil Banyak Hal, Kita Hadir untuk Mengembalikan Harapan

    Pemulihan bukan hanya tentang membangun kembali rumah—
    tetapi membangun kembali harapan, rasa aman, dan keberanian untuk melanjutkan hidup.

    Melalui kolaborasi Dongeng Ceria dan Rumah Cerdas Bencana, kita membantu ibu dan anak penyintas banjir Sumatra untuk menemukan kembali ketenangan di tengah kekacauan.

    💙 Mari Peluk Sumatra Bersama.
    Karena sedikit dari kita dapat menjadi segalanya bagi mereka.

  • Perbandingan CSR Biasa vs CSR End-to-End

    Perbandingan CSR Biasa vs CSR End-to-End

    🏢 CSR Biasa: Seremonial & Jangka Pendek

    Banyak perusahaan masih menjalankan CSR dengan cara yang sederhana: membuat event sosial, memberi donasi, lalu selesai.

    Ciri-ciri CSR biasa:

    • Event-oriented: fokus pada acara sekali jadi (misalnya sunatan massal, bagi sembako, peresmian taman).

    • Tidak ada baseline: program dibuat tanpa data yang jelas tentang kebutuhan masyarakat.

    • Sulit diukur dampaknya: setelah acara selesai, perusahaan tidak tahu apa yang berubah.

    • Komunitas tidak mandiri: setelah program berakhir, masyarakat kembali pada kondisi awal.

    CSR model ini memang bisa meningkatkan citra dalam jangka pendek, tapi sering dianggap sebagai biaya, bukan investasi.

    🌱 CSR End-to-End: Strategis & Berkelanjutan

    CSR end-to-end adalah pendekatan yang lebih menyeluruh. Perusahaan tidak hanya memberi bantuan, tetapi membangun perubahan jangka panjang yang bisa diukur dan relevan dengan strategi bisnis.

    Tahapan CSR end-to-end meliputi:

    1. Assessment (Baseline Study): memahami kondisi awal, tantangan, dan potensi komunitas.

    2. Program Design: merancang solusi sesuai kebutuhan nyata, bukan sekadar ide bagus.

    3. Implementation: menjalankan program dengan pendampingan intensif.

    4. Monitoring & Impact Measurement: mengukur perubahan sosial, ekonomi, atau lingkungan yang terjadi.

    Dengan cara ini, CSR menjadi investasi reputasi, keberlanjutan, dan kepercayaan publik.

    🔎 Contoh Perbandingan Nyata

    CSR Biasa:
    Sebuah perusahaan mendirikan taman bacaan, tapi setelah 6 bulan tidak ada aktivitas karena tidak ada pendampingan.

    CSR End-to-End:
    Perusahaan mendukung taman bacaan dengan baseline survey, melatih relawan lokal, menyiapkan program membaca rutin, lalu mengukur dampak: berapa anak yang membaca rutin, bagaimana prestasi mereka meningkat.

    👉 Bedanya jelas: CSR biasa berhenti di seremoni, CSR end-to-end menciptakan perubahan nyata dan terukur.

    🎯 Kenapa CSR End-to-End Lebih Relevan untuk Perusahaan?

    1. Meningkatkan Reputasi: perusahaan dilihat serius, bukan hanya sekadar formalitas.

    2. Memenuhi Standar ESG & SDGs: banyak investor dan regulator mencari bukti dampak, bukan acara.

    3. Hubungan Jangka Panjang: komunitas merasa didampingi, bukan sekadar penerima bantuan.

    4. Mengubah Biaya jadi Investasi: CSR end-to-end membuka peluang bisnis baru melalui kepercayaan publik dan mitra.

    CSR biasa hanya memberi efek jangka pendek. Sementara itu, CSR end-to-end membangun dampak berkelanjutan dengan pendekatan assessment → desain → implementasi → impact measurement.

    Di Bisa Baik Bersama, kami percaya CSR bukan biaya, tapi investasi. Dengan pendekatan end-to-end, perusahaan dapat memastikan programnya bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat bisnis.

    💡 CSR Anda bukan hanya acara. Jadikan perjalanan end-to-end yang berdampak.

  • CSR vs ESG: Perbedaan, Hubungan, dan Contohnya untuk Perusahaan

    CSR vs ESG: Perbedaan, Hubungan, dan Contohnya untuk Perusahaan

    Banyak perusahaan di Indonesia masih bingung membedakan antara CSR dan ESG. Tidak jarang, keduanya dianggap sama. Padahal, Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, Governance (ESG) memiliki fokus yang berbeda, meskipun saling mendukung.

    Kesalahpahaman ini bisa berakibat fatal: perusahaan merasa sudah “punya CSR” tapi ternyata belum memenuhi standar ESG yang dicari oleh investor maupun regulator.

    Lalu, apa sebenarnya bedanya CSR dan ESG? Bagaimana hubungannya? Dan apa contoh penerapannya di perusahaan? Mari kita bahas.

    🔎 Apa Itu CSR?

    CSR (Corporate Social Responsibility) adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan.
    Biasanya berbentuk program atau kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi komunitas.

    Contoh CSR:

    • Donasi bencana alam.

    • Beasiswa pendidikan.

    • Program kesehatan gratis.

    • Pemberdayaan UMKM lokal.

    👉 Intinya: CSR = aksi nyata perusahaan untuk memberi manfaat sosial/lingkungan.

    🔎 Apa Itu ESG?

    ESG (Environmental, Social, Governance) adalah kerangka penilaian global yang digunakan untuk menilai apakah perusahaan dikelola secara berkelanjutan, etis, dan bertanggung jawab.

    • E (Environmental): dampak perusahaan terhadap lingkungan → emisi, energi, limbah.

    • S (Social): dampak pada masyarakat & pekerja → hak pekerja, inklusi gender, keselamatan kerja.

    • G (Governance): tata kelola → transparansi, anti korupsi, keberagaman dewan direksi.

    👉 Intinya: ESG = standar penilaian yang digunakan investor, regulator, dan publik.

    📊 CSR vs ESG: Apa Perbedaannya?

    AspekCSRESG
    DefinisiProgram tanggung jawab sosial perusahaan.Standar global untuk menilai keberlanjutan bisnis.
    FokusKegiatan sosial/lingkungan (eksternal).Operasional perusahaan secara menyeluruh (internal & eksternal).
    TujuanMemberi manfaat ke masyarakat.Memberi kepercayaan ke investor, regulator, dan publik.
    OutputEvent, program, kegiatan sosial.Laporan ESG / laporan keberlanjutan.

    🔗 Hubungan CSR dan ESG

    Meskipun berbeda, CSR dan ESG saling melengkapi.

    • CSR bisa menjadi bagian dari indikator S (Social) dalam ESG.

    • Program CSR yang baik akan memperkuat penilaian ESG.

    • ESG memberikan kerangka agar CSR lebih terukur, strategis, dan berdampak jangka panjang.

    👉 Jadi, CSR adalah aksi → ESG adalah standar penilaian.

    💡 Contoh CSR & ESG di Perusahaan

    1. CSR: perusahaan membangun sekolah untuk anak-anak di sekitar pabrik.
      ESG: perusahaan juga menyusun laporan keberlanjutan yang mencatat dampak pendidikan, jumlah penerima manfaat, hingga transparansi anggaran.

    2. CSR: program penghijauan dengan menanam 10.000 pohon.
      ESG: perusahaan menghitung emisi karbon yang berhasil diserap dan melaporkannya dalam ESG report.

    3. CSR: pelatihan keterampilan kerja bagi ibu rumah tangga.
      ESG: perusahaan memastikan inklusi gender tercermin dalam kebijakan HR & laporan tata kelola.

    🚀 Kenapa Penting Memahami CSR & ESG?

    1. Investor global melihat ESG, bukan hanya CSR.

    2. Tender BUMN/korporasi besar sering mensyaratkan laporan ESG.

    3. CSR yang selaras dengan ESG = reputasi naik + bisnis lebih kompetitif.

    ✨ Penutup

    CSR dan ESG memang berbeda, tapi saling melengkapi. CSR adalah aksi sosial, sedangkan ESG adalah standar penilaian keberlanjutan perusahaan.

    Perusahaan yang ingin bertahan di era sekarang tidak bisa hanya berhenti di CSR. Perlu ada langkah lebih jauh: mengintegrasikan CSR ke dalam strategi ESG dan SDGs.

    💡 Dengan begitu, CSR bukan hanya charity, tapi investasi reputasi, kepercayaan investor, dan masa depan bisnis yang berkelanjutan.

  • CSR Itu Biaya? Pandangan yang Perlu Diluruskan

    CSR Itu Biaya? Pandangan yang Perlu Diluruskan

    Banyak pemilik bisnis dan manajer keuangan masih punya satu persepsi yang sama: “CSR itu biaya.”
    Mereka melihat Corporate Social Responsibility hanya sebagai beban tambahan, sesuatu yang harus dikeluarkan untuk memenuhi regulasi atau sekadar menjaga citra perusahaan.

    Tapi, apakah benar CSR hanyalah cost center tanpa manfaat nyata? Mari kita bahas lebih dalam.

    🔎 Kenapa CSR Sering Dianggap Beban?

    Ada beberapa alasan umum kenapa CSR masih dipandang sebagai pengeluaran semata:

    1. Tidak ada perencanaan yang jelas. CSR dijalankan sebagai acara sekali jadi—misalnya bakti sosial atau bagi-bagi sembako—tanpa keberlanjutan.

    2. Sulit mengukur hasil. Karena tidak ada indikator yang jelas, dampaknya tidak terasa baik bagi masyarakat maupun bagi perusahaan.

    3. Kurang terhubung dengan strategi bisnis. CSR berdiri sendiri, tidak pernah masuk dalam strategi jangka panjang perusahaan.

    Dari situlah muncul stigma: CSR = biaya.

    ✅ CSR Sebagai Investasi, Bukan Beban

    Sebenarnya, CSR yang dirancang dengan baik adalah investasi. Bukan hanya untuk masyarakat, tapi juga untuk keberlangsungan bisnis.

    • Reputasi & Brand Trust
      Perusahaan dengan CSR yang konsisten lebih dipercaya publik. Konsumen cenderung memilih brand yang peduli, bukan yang acuh.

    • Kepatuhan & Tender Bisnis
      Banyak tender, terutama dari BUMN atau mitra global, mulai mensyaratkan adanya program CSR atau laporan ESG. Tanpa itu, perusahaan bisa kalah bersaing.

    • Hubungan dengan Komunitas
      CSR memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar. Dampaknya? Operasional lebih lancar, konflik sosial berkurang, bahkan membuka peluang kolaborasi baru.

    • Karyawan Lebih Loyal
      Karyawan bangga bekerja di perusahaan yang punya misi sosial. Loyalitas meningkat, turnover menurun.

    Dengan kata lain: CSR bukan cost center, tapi value creator.

    📊 CSR, ESG, dan SDGs: Saling Terhubung

    Agar CSR benar-benar jadi investasi, perusahaan perlu mengaitkannya dengan standar global:

    • ESG (Environmental, Social, Governance): kerangka penilaian yang dipakai investor dan regulator.

    • SDGs (Sustainable Development Goals): arah tujuan pembangunan global.

    👉 Ketika CSR selaras dengan ESG & SDGs, dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat, tapi juga memperkuat posisi perusahaan di mata investor, regulator, dan publik.

    🚀 Bagaimana Memulai CSR yang Strategis?

    1. Mulai dari data. Lakukan assessment untuk tahu kebutuhan nyata masyarakat dan bisnis.

    2. Fokus pada keberlanjutan. Rancang program jangka panjang, bukan sekadar acara.

    3. Tentukan indikator keberhasilan. Pastikan hasilnya bisa diukur dan dilaporkan.

    4. Libatkan mitra strategis. Bekerjasama dengan NGO atau konsultan yang berpengalaman akan mempercepat proses.

    Jadi, apakah CSR itu biaya?
    Jawabannya: hanya kalau dirancang dengan salah.
    Kalau benar, CSR adalah investasi jangka panjang—untuk reputasi, keberlanjutan, bahkan keuntungan perusahaan.

    Di Bisa Baik Bersama, kami percaya CSR & ESG adalah jalan menuju bisnis yang lebih kuat sekaligus masyarakat yang lebih sejahtera.

    💡 CSR bukan beban. CSR adalah masa depan bisnis Anda

  • Apa Itu ESG & SDGs untuk Perusahaan Pemula?

    Apa Itu ESG & SDGs untuk Perusahaan Pemula?

    Apa Itu ESG & SDGs untuk Perusahaan Pemula?

    Banyak perusahaan di Indonesia mulai mendengar istilah ESG dan SDGs, apalagi ketika berhadapan dengan investor, tender BUMN, atau regulator. Tapi sering kali muncul pertanyaan: “Apa sebenarnya ESG dan SDGs? Apa hubungannya dengan CSR? Dan kenapa penting untuk bisnis saya?”

    Artikel ini akan membantu Anda memahami dasar-dasarnya, khususnya untuk perusahaan yang baru mulai perjalanan menuju keberlanjutan.

    perbedaan csr dengan sdgs

    🔎 Apa Itu ESG?

    ESG adalah singkatan dari Environmental, Social, and Governance.
    Ini adalah standar penilaian global yang digunakan investor, regulator, dan publik untuk melihat apakah sebuah perusahaan beroperasi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

    1. Environmental (Lingkungan)

      • Bagaimana perusahaan mengelola dampak terhadap alam.

      • Contoh: pengurangan emisi karbon, manajemen limbah, efisiensi energi.

    2. Social (Sosial)

      • Bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan, komunitas, dan masyarakat.

      • Contoh: program CSR, hak pekerja, inklusi gender, keamanan produk.

    3. Governance (Tata Kelola)

      • Bagaimana perusahaan diatur secara etis dan transparan.

      • Contoh: anti korupsi, transparansi laporan, keberagaman dewan direksi.

    💡 Intinya: ESG adalah ukuran reputasi dan keberlanjutan perusahaan di mata investor dan publik.

    🎯 Apa Itu SDGs?

    SDGs atau Sustainable Development Goals adalah 17 tujuan global yang disepakati PBB untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di tahun 2030.

    Beberapa contoh SDGs yang relevan dengan perusahaan:

    • SDG 3: Kesehatan yang baik & kesejahteraan.

    • SDG 4: Pendidikan berkualitas.

    • SDG 5: Kesetaraan gender.

    • SDG 8: Pekerjaan layak & pertumbuhan ekonomi.

    • SDG 13: Aksi iklim.

    💡 Intinya: SDGs adalah peta jalan pembangunan global. Perusahaan yang berkontribusi pada SDGs dianggap mendukung masa depan yang lebih baik.

    🤝 Apa Hubungan ESG, SDGs, dan CSR?

    • CSR adalah aksi nyata perusahaan dalam memberi dampak sosial/lingkungan.

    • SDGs adalah arah tujuan dari dampak itu.

    • ESG adalah cara menilai apakah perusahaan benar-benar berkelanjutan.

    👉 Jadi, CSR adalah jalan, SDGs adalah arah, dan ESG adalah ukurannya.

    🚀 Kenapa Penting untuk Perusahaan Pemula?

    1. Akses ke Tender & Investor

      • Banyak tender BUMN & investor global mewajibkan laporan ESG.

    2. Meningkatkan Reputasi & Brand Trust

      • Publik lebih percaya pada bisnis yang peduli pada keberlanjutan.

    3. Efisiensi & Profit Jangka Panjang

      • CSR & ESG yang tepat bukan hanya charity, tapi investasi.

    4. Selaras dengan Regulasi

      • OJK & pemerintah mulai mengarahkan perusahaan untuk menyusun laporan keberlanjutan.

    🛠️ Bagaimana Memulai ESG & SDGs di Perusahaan Anda?

    1. Lakukan baseline assessment → pahami kondisi perusahaan saat ini.

    2. Pilih SDGs yang relevan → tidak perlu semua 17, cukup fokus pada yang terkait bisnis Anda.

    3. Rancang program CSR yang terukur → bukan sekadar event, tapi solusi berkelanjutan.

    4. Susun laporan dampak (Impact Report / ESG Report) → agar bisa dinilai investor & publik.

    5. Cari mitra strategis → NGO/konsultan yang bisa bantu end-to-end.

    Bagi perusahaan pemula, memahami ESG & SDGs mungkin terasa rumit. Tapi ingat: ini bukan hanya soal memenuhi regulasi, melainkan kesempatan untuk membangun bisnis yang lebih kuat, dipercaya, dan berkelanjutan.

    Di Bisa Baik Bersama, kami hadir sebagai mitra strategis – konsultan sekaligus implementer CSR & ESG end-to-end. Mulai dari assessment, desain program, implementasi, hingga laporan dampak terukur sesuai SDGs.

  • Cara Mengukur Dampak Sosial dan Lingkungan dari Setiap Rupiah Donasi Anda

    Cara Mengukur Dampak Sosial dan Lingkungan dari Setiap Rupiah Donasi Anda

    Bagi sebagian besar dari kita, berdonasi adalah sebuah panggilan hati. Kita memberikan sebagian rezeki dengan harapan bisa membantu mereka yang membutuhkan. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah donasi saya benar-benar memberikan dampak nyata? Bagaimana kita bisa tahu bahwa niat baik kita diterjemahkan menjadi perubahan yang signifikan di lapangan?

    Di era modern, niat baik saja tidak cukup. Dibutuhkan sebuah pendekatan yang terstruktur dan terukur untuk memastikan setiap program sosial dan lingkungan mencapai tujuannya. Kunci untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini terletak pada sebuah kerangka berpikir yang kuat: Logika Dampak.

    Artikel ini akan memandu Anda memahami rahasia di balik program-program yang efektif dan transparan, dari awal hingga akhir.

    Kenapa Mengukur Dampak Itu Penting?

    Transparansi adalah fondasi kepercayaan. Ketika Anda berdonasi, Anda ingin tahu bahwa dana tersebut tidak hanya sampai ke tangan yang tepat, tetapi juga digunakan seefisien mungkin untuk menciptakan perubahan. Mengukur dampak memungkinkan hal itu terjadi. Ini adalah bentuk akuntabilitas yang menunjukkan bahwa sebuah organisasi tidak hanya menjalankan program, tetapi juga bertanggung jawab atas hasil yang dicapai.

    Mengukur dampak juga membantu organisasi belajar dan berkembang. Dengan memahami apa yang berhasil dan apa yang tidak, sebuah program bisa terus disempurnakan. Ini adalah sebuah siklus yang mengubah niat baik menjadi kebaikan yang berkelanjutan.

    Memahami Logika Dampak: Pondasi Kebaikan yang Terukur

    Logika Dampak adalah sebuah kerangka sederhana namun kuat yang membagi sebuah inisiatif menjadi empat elemen yang saling berkesinambungan. Dengan memahaminya, Anda dapat melihat seluruh “peta jalan” dari sebuah proyek, dari sumber daya yang digunakan hingga perubahan yang dihasilkan.

    1. Input (Sumber Daya)

    Input adalah semua sumber daya yang dicurahkan ke dalam sebuah program. Ini bisa berupa uang tunai, tenaga relawan, alat dan bahan, atau bahkan waktu dan pengetahuan. Dalam konteks donasi, uang yang Anda berikan adalah input yang paling krusial.

    • Contoh praktis: Dalam program bantuan pendidikan, input adalah donasi yang terkumpul untuk membeli buku, seragam, dan perlengkapan sekolah.

    2. Proses (Aktivitas)

    Proses adalah serangkaian tindakan atau aktivitas yang dilakukan untuk mengubah input menjadi output. Ini adalah “apa yang kita kerjakan” di lapangan. Sebuah proses yang terstruktur dan efisien adalah kunci untuk menghindari pemborosan sumber daya.

    • Contoh praktis: Tim relawan membeli buku, seragam, dan perlengkapan sekolah. Mereka kemudian mengemasnya, mendata penerima manfaat, dan mendistribusikannya ke komunitas yang membutuhkan.

    3. Output (Hasil Langsung)

    Output adalah hasil langsung yang dapat dihitung dari sebuah proses. Ini adalah metrik yang paling sering dilaporkan, karena mudah untuk diukur. Namun, output bukanlah tujuan akhir; ia hanyalah bukti bahwa sebuah aktivitas telah diselesaikan.

    • Contoh praktis: Jumlah total buku dan seragam yang telah berhasil didistribusikan, atau jumlah anak yang menjadi penerima bantuan.

    4. Outcome (Dampak)

    Outcome adalah perubahan atau dampak yang dihasilkan dari output yang telah dicapai. Ini adalah “mengapa” dari setiap inisiatif. Outcome menjawab pertanyaan, “apa yang terjadi pada penerima manfaat setelah mereka menerima bantuan?” Outcome bisa bersifat jangka pendek, menengah, atau panjang.

    • Contoh praktis:
      • Jangka Pendek: Anak-anak merasa senang karena memiliki seragam baru.
      • Jangka Menengah: Anak-anak tersebut lebih termotivasi untuk datang ke sekolah dan belajar.
      • Jangka Panjang: Anak-anak memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik, membuka peluang masa depan yang lebih cerah, dan berpotensi memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka.

    Mengubah Teori Menjadi Praktik: Alat untuk Mengukur Dampak

    Untuk memastikan Logika Dampak tidak hanya berhenti sebagai teori, organisasi-organisasi nirlaba yang profesional menggunakan berbagai alat untuk mengukur dan membuktikan dampak.

    • Teori Perubahan (Theory of Change – ToC)Theory of Change adalah peta jalan yang menjelaskan bagaimana serangkaian kegiatan yang dilakukan akan menghasilkan dampak yang diinginkan. Ini adalah dokumen yang menunjukkan asumsi dan hubungan sebab-akibat dari setiap program. Dengan ToC, sebuah organisasi bisa melihat gambaran besar dan memastikan setiap langkahnya terarah pada tujuan akhir.
    • Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicators – KPI)Setiap elemen dalam Logika Dampak dapat diukur dengan KPI. KPI tidak hanya mengukur jumlah, tetapi juga kualitas. Misalnya, KPI untuk program pendidikan bisa mencakup “persentase peningkatan rata-rata nilai ujian,” bukan hanya “jumlah buku yang dibagikan.” KPI ini membantu organisasi tetap fokus dan menunjukkan bukti nyata kepada donatur.
    • Penilaian Dampak (Impact Assessment)Impact Assessment adalah proses evaluasi yang lebih mendalam untuk mengukur dampak sebuah program secara holistik. Ini bisa melibatkan survei, wawancara, dan analisis data untuk memahami perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terjadi pada komunitas. Laporan ini memberikan cerita lengkap di balik angka-angka.

    Kebaikan yang Terukur, Kebaikan yang Berkelanjutan

    Setiap kali Anda memutuskan untuk berdonasi, Anda berinvestasi pada sebuah perubahan. Memilih organisasi yang transparan dan menerapkan Logika Dampak adalah cara terbaik untuk memastikan investasi kebaikan Anda kembali dalam bentuk dampak yang nyata dan terukur. Ini bukan hanya tentang membantu, tetapi juga tentang menjadi bagian dari solusi yang efektif dan berkelanjutan.

  • Waskita Precast dan Yayasan Bisa Baik Bersama Gelar Diskusi Proyek Keberlanjutan

    Waskita Precast dan Yayasan Bisa Baik Bersama Gelar Diskusi Proyek Keberlanjutan

    Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (Waskita Precast) dan Yayasan Rumah Pembangunan Berkelanjutan (Bisa Baik Bersama) melakukan pertemuan strategis untuk menjajaki sinergi dalam proyek keberlanjutan. Diskusi awal ini menjadi wadah bagi kedua pihak untuk bertukar pandangan mengenai peran masing-masing dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

    Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Wiwip Wilevy selaku Direktur Yayasan Bisa Baik Bersama, memaparkan secara komprehensif program-program yang telah diimplementasikan yayasan. Ia menjelaskan bagaimana inisiatif seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan tanggap bencana dapat memberikan dampak sosial yang terukur di tingkat komunitas. “Kami meyakini bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan organisasi nirlaba yang memiliki keahlian di lapangan adalah kunci untuk menciptakan dampak yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Wiwip.

    Menyambut baik presentasi tersebut, Indra Kurnia, Corporate Communication Manager Waskita Precast, menyampaikan bahwa perusahaan secara proaktif mencari mitra yang kredibel untuk mengimplementasikan program Corporate Social Responsibility (CSR). “Sebagai perusahaan konstruksi yang terus berkembang, komitmen kami terhadap ESG (Environmental, Social, and Governance) menjadi prioritas. Kami membutuhkan mitra yang tidak hanya memiliki niat, tetapi juga pengalaman dan sistem yang terstruktur untuk memastikan setiap program memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Indra.

    Pertemuan tersebut menjadi sesi tukar pikiran yang produktif, di mana kedua belah pihak berhasil mengidentifikasi titik-titik temu antara visi keberlanjutan Waskita Precast dan rekam jejak program Yayasan Bisa Baik Bersama. Meskipun pertemuan ini belum menghasilkan kesepakatan formal, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan dialog. Sesi diskusi ini diharapkan dapat menjadi fondasi untuk merumuskan kemitraan strategis di masa mendatang yang mampu menciptakan kontribusi signifikan bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

  • Bisa Baik Bersama Gandeng Kementerian Perdagangan Dorong UMKM Bisa Ekspor!

    Bisa Baik Bersama Gandeng Kementerian Perdagangan Dorong UMKM Bisa Ekspor!

    Jakarta, – Yayasan Rumah Pembangunan Berkelanjutan (Bisa Baik Bersama) hari ini menggelar pertemuan strategis dengan perwakilan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Pertemuan ini menandai langkah konkret Bisa Baik Bersama dalam mewujudkan komitmennya untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar memiliki daya saing global dan mampu menembus pasar ekspor.

    UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional, namun banyak yang masih menghadapi tantangan besar dalam menembus pasar internasional, mulai dari standarisasi produk, akses informasi pasar, hingga pembiayaan. Bisa Baik Bersama, dengan rekam jejaknya dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan, melihat potensi besar untuk menjembatani kesenjangan ini melalui kolaborasi.

    Dalam pertemuan yang hangat dan produktif tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai potensi sinergi program. Bisa Baik Bersama siap berkontribusi dalam penguatan kapasitas UMKM melalui pelatihan berkelanjutan, pendampingan dalam memenuhi standar kualitas produk, serta fasilitasi akses ke jaringan pasar yang lebih luas. Sementara itu, Kementerian Perdagangan menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat UMKM naik kelas dan menjadi pemain utama di kancah global.

    “Kami sangat antusias dengan kolaborasi ini. Kementerian Perdagangan memiliki visi dan program yang jelas untuk memajukan UMKM, dan kami di Bisa Baik Bersama siap menjadi mitra strategis dalam memberikan dukungan konkret di lapangan,” ujar Wiwip Direktur Bisa Baik Bersama. “Melalui kemitraan ini, kami berharap semakin banyak UMKM binaan kami yang mampu berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan pada akhirnya, sukses menembus pasar ekspor, membawa nama baik Indonesia.”

    Kolaborasi antara Bisa Baik Bersama dan Kementerian Perdagangan ini diharapkan akan menjadi katalisator bagi UMKM di berbagai wilayah dampingan Bisa Baik Bersama untuk dapat mengidentifikasi peluang ekspor, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi lebih besar pada pertumbuhan ekonomi nasional.

    Bisa Baik Bersama terus berkomitmen membangun kemitraan lintas sektor demi tercapainya masyarakat yang berdaya, inovatif, dan berkesinambungan.